Sebagai ibu muda yang masih minim sekali pengalaman saya masih terus belajar bagaimana membuat si buah hati tampil percaya diri, baik dalam berkomunikasi dengan orang lain, berinteraksi dengan teman atau bahkan jika mungkin ada situasi yang mengharuskan dia tampil di depan publik. Sobat mungkin pernah merasakan seperti saya, ketika kita sudah merasa bangga si kecil naik diatas pentas ee ternyata si kecil kebingungan toleh kanan, toleh kiri, sikut sikutan dengan temannya dan akhirnya waktu habis mereka diperbolehkan turun. Yaaah, kecewa deh, karena harapan kita adalah melihat sikecil tampil dengan lucunya. Itulah sekelumit cerita yang pernah saya alami. Yang akhirnya membuka wawasan saya, oo ternyata anak saya kurang percaya diri, demam panggung lebih tepatnya.
Sejak itu timbul pemikiran untuk selalu support dia tampil dalam acara apapun, entah itu lomba tulis, lomba puisi, atau bahkan lomba agustusan. Selalu berusaha menjadi supporter terdepan. Kasih tepukan, sorakan paling ramai, saya lupakan rasa malu sejenak yang penting sikecil semangat itulah yang ada dipikiran saya kala itu. Sekalipun sikecil tidak mendapatkan juara, namun pelukan hangat tetap saya berikan, pujian dengan ciuman penuh kasih sayang. Itu adalah sebagian langkah awal untuk membuat si kecil percaya diri.
Langkah kedua, saya selalu kasih pujian saat si kecil berani tampil. Pujian adalah sesuatu yang paling menggembirakan untuk buah hati kita, dia akan merasa bahwa ayah bundanya sangat perhatian terhadapnya. Perasaan menenangkan saat dia mengahadapi dirinya melawan rasa groginya.
Langkah ketiga, adalah jangan membandingkan. Bunda, setiap anak mempunyai keistimewaan tersendiri. Karena itu sebisa mungkin hindari kata - kata yang membandingkan antara satu anak dengan yang lainnya. Setiap anak pasti akan merasakan ketidaknyamanan jika dibandingkan dengan teman sebayanya atau bahkan mungkin dengan sodaranya. Biarkan dia tumbuh menjadi pribadinya sendiri.
Langkah keempat, Jangan menakut - nakuti. Kadang kala kita sebagai orang tua sering tidak sadar akan ucapan kita, misal 'adik, jangan kesana ada orang gila' pernyataan seperti itulah yang nantinya akan terus terekam dalam memori si kecil bahwa oranng gila itu berbahaya, bahwa orang gila itu menyeramkam dan lain sebagainya.
Langkah kelima, Biarkan dia berekspresi. Membiarkan sikecil ingin tau apa saja juga merupakan support atau dukungan untuk dia mengolah pikirannya, akan tetapi dalam hal ini kita sebagai bunda tidak bisa melepaskan begitu saja dan membiarkan rasa ingin tahunya tidak terkendali, kita juga harus mendampingi sehingga kita bisa mengarahkan jika suatu hal yang ingin dia tahu ternyata berbahaya. Dan saat itulah kita menegurnya, memberi penjelasan yang baik. Dengan alasan yang bisa dia terima. Dan jangan sekali - kali kita memarahi anak tanpa alasan yang jelas. Itu sebabnya akan membingungkan anak dan timbul rasa khawatir saat dia akan melangkah lain waktu.
Langkah terakhir, yang mungki juga akan sangat mempengaruhi perkembangan mental si kecil adalah rela bermain dengan anak. Setiap anak ingin merasakan ikatan yang kuat dengan orang tuanya. Bermain dengan anak saat dia kecil adalah momen yang akan cepat hilang. Maka, bunda sempatkanlah berlari - larian, basah - basahan dengan tembak air, atau apa saja mainan yang bisa dilakukan bersama. Selain hal itu aka menjadi rekaman yang manis dalam memori anak, itu juga akan menciptakan bounding yang akuat antara orang tua dan anak. itulah yang nanti menjadi bekal dia melangkah kedepan.
Sedikit uraian diatas kiranya dapat membantu ayah bunda muda dalam tumbuh kembang buah hatinya. Karena pribadi - pribadi yang kuat lahir dari ayah bunda yang kuat dalam keluarga yang sehat. Dalam hal ini tugas mendidik anak adalah tugas bersama antara ayah bunda. Semoga bermanfaat.
Langkah ketiga, adalah jangan membandingkan. Bunda, setiap anak mempunyai keistimewaan tersendiri. Karena itu sebisa mungkin hindari kata - kata yang membandingkan antara satu anak dengan yang lainnya. Setiap anak pasti akan merasakan ketidaknyamanan jika dibandingkan dengan teman sebayanya atau bahkan mungkin dengan sodaranya. Biarkan dia tumbuh menjadi pribadinya sendiri.
Langkah keempat, Jangan menakut - nakuti. Kadang kala kita sebagai orang tua sering tidak sadar akan ucapan kita, misal 'adik, jangan kesana ada orang gila' pernyataan seperti itulah yang nantinya akan terus terekam dalam memori si kecil bahwa oranng gila itu berbahaya, bahwa orang gila itu menyeramkam dan lain sebagainya.
Langkah kelima, Biarkan dia berekspresi. Membiarkan sikecil ingin tau apa saja juga merupakan support atau dukungan untuk dia mengolah pikirannya, akan tetapi dalam hal ini kita sebagai bunda tidak bisa melepaskan begitu saja dan membiarkan rasa ingin tahunya tidak terkendali, kita juga harus mendampingi sehingga kita bisa mengarahkan jika suatu hal yang ingin dia tahu ternyata berbahaya. Dan saat itulah kita menegurnya, memberi penjelasan yang baik. Dengan alasan yang bisa dia terima. Dan jangan sekali - kali kita memarahi anak tanpa alasan yang jelas. Itu sebabnya akan membingungkan anak dan timbul rasa khawatir saat dia akan melangkah lain waktu.
Langkah terakhir, yang mungki juga akan sangat mempengaruhi perkembangan mental si kecil adalah rela bermain dengan anak. Setiap anak ingin merasakan ikatan yang kuat dengan orang tuanya. Bermain dengan anak saat dia kecil adalah momen yang akan cepat hilang. Maka, bunda sempatkanlah berlari - larian, basah - basahan dengan tembak air, atau apa saja mainan yang bisa dilakukan bersama. Selain hal itu aka menjadi rekaman yang manis dalam memori anak, itu juga akan menciptakan bounding yang akuat antara orang tua dan anak. itulah yang nanti menjadi bekal dia melangkah kedepan.
Sedikit uraian diatas kiranya dapat membantu ayah bunda muda dalam tumbuh kembang buah hatinya. Karena pribadi - pribadi yang kuat lahir dari ayah bunda yang kuat dalam keluarga yang sehat. Dalam hal ini tugas mendidik anak adalah tugas bersama antara ayah bunda. Semoga bermanfaat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar