Minggu, 30 Oktober 2016

Jika Hilang Kepercayaan

Saat ini kehidupan sudah terlalu bebas, sangat sulitlah bagi kita untuk mencoba menemukan cinta sejati. Dan itu artinya harga keperawanan sangatlah mahal. Hampir sebagian perempuan saat ini rela memberikan sesuatu yang sangat berharga tersebut untuk kekasihnya atau hanya untuk alasan tertentu. Namun, bukan berarti bahwa kita mendukung hubungan bebas, 'Tidak'. Kita sama sekali tidak mendukung hubungan bebas.

Selayaknya kita sebagai mahluk Allah yang bernama manusia, kita adalah tempat dari segala khilaf dan dosa. Oleh sebab itulah allah sangat membuka pintu maaf kepada semua hambanya, asalkan dia mau benar - benar bertobat dan tidak lagi melakukan kesalahan yang sama.

Jika sudah demikian masih adakah alasan kita untuk menanyakan masalah keperawanan. Haruskah pecahnya selaput dara itu menjadi tanda dalam menjalin suatu hubungan? Jika 'iya' lalu bagaimana dengan mereka yang tidak memiliki itu, entah karena alasan telah direnggut kekasih sebelumnya, ato karena terjatuh, ato karena hal lain yang menyebabkan seorang wanita kehilangan selaput daranya. Dia juga tetaplah bernama manusia seperti kita, juga punya hati, rasa dan jiwa. Maka bukan alasan bagi kaum pria untuk tidak menerimanya. Jadi jika sudah hilang kepercayaan ada beberapa hal yang bisa kita perbuat untuk mengembalikan kepercayaan tersebut.

Pertama, meminta maaf.
Setiap orang butuh waktu untuk menerima keadaan yang menurutnya mengecewakan dirinya. Dengan meminta maaf akan bisa mengurangi kekecewaan tersebut atau bahkan bisa menghapusnya.

Kedua, jangan mengulang kesalahan yang sama. Kesalahan yang sama ibarat kebodohan. Sedangkan Allah telah memberikan kita akal pikiran. Untaian kata 'maaf' seolah tak berarti lagi, Jika kesalahan yang sama masih juga terulang lagi.

Ketiga, memperbaiki diri. Artinya setelah semua yang telah dilalui, masalah berat dan menghimpit terlewati, jangan lupa untuk terus bersyukur karena sesungguhnya Allah masih memberikan kesempatan pada kita untuk memperbaiki diri. Karena sejatinya hidup kita adalah milik Allah.

Semoga dengan begitu kepercayaan kembali kita dapatkan. Terimakasih semoga bermanfaat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar